Harmoni Karsa di HUT ke-76: IGTKI Korwilcam Bidang Pendidikan Kec Karangrayung Rayakan Hardiknas dengan Kolase & Tumpeng Ceria

0
Harmoni Karsa di HUT ke-76: IGTKI Korwilcam Bidang Pendidikan Kec Karangrayung Rayakan Hardiknas dengan Kolase & Tumpeng Ceria
Karangrayung, 18 Mei 2026 – Suasana penuh warna dan keceriaan menyelimuti halaman Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Karangrayung pagi itu. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), jajaran pendidik dan peserta didik dari 52 lembaga Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Karangrayung menggelar sebuah perayaan istimewa yang sarat makna.
IGTKI Korwilcam Bidik Kec Karangrayung


Mengusung semangat kebersamaan dan kreativitas, acara ini dibuka secara resmi oleh Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Karangrayung. Turut hadir memberikan dukungan dan semangat, jajaran Pengawas TK, Bapak Soga dan Bunda Yuli, serta Ketua IGTKI Korwilcam Karangrayung beserta seluruh pengurus. Kehadiran para tokoh pendidikan ini menjadi penyemangat bagi seluruh bunda guru dan anak-anak yang sudah tidak sabar mengikuti rangkaian kegiatan.

Awali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, Guru dan Murid Kompak Bergembira
Sebelum memasuki acara inti, seluruh bunda guru dan anak-anak dari perwakilan 52 TK kompak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Dengan iringan musik yang ceria, ratusan peserta bergerak lincah dan penuh energi. Gerakan-gerakan sederhana namun dinamis itu tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membangkitkan semangat nasionalisme dan rasa percaya diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Senam ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membangun jasmani yang sehat dan jiwa yang ceria.

Sambutan Penuh Makna dari Pemangku Kebijakan
Usai senam, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Karangrayung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada IGTKI yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan anak usia dini. "Di usia yang ke-76 ini, IGTKI terus membuktikan dedikasinya dalam membentuk karakter anak bangsa. Perayaan ini bukan hanya selebrasi, tetapi juga pengingat akan pentingnya pendidikan yang merdeka dan menyenangkan," ujarnya.
Pengawas TK, Bapak Soga, turut memberikan pesan inspiratif. Ia menekankan bahwa lomba kolase yang akan dilaksanakan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi dan melatih motorik halus. Sementara Bunda Yuli, pengawas TK lainnya, menyoroti semangat gotong royong yang terlihat dari kekompakan para bunda guru dalam mempersiapkan acara. "Inilah wujud nyata Merdeka Belajar, di mana guru dan anak sama-sama belajar, berkarya, dan bergembira," tambahnya.
Ketua IGTKI Korwilcam Karangrayung dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga dapat merayakan hari jadi organisasi bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional. "76 tahun IGTKI mengabdi, kami persembahkan untuk negeri. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam menciptakan SDM unggul," tuturnya penuh haru.




Puncak Syukuran: Potong Tumpeng sebagai Wujud Rasa Syukur
Tak lengkap rasanya merayakan ulang tahun tanpa simbol rasa syukur. Puncak acara syukuran ditandai dengan prosesi potong tumpeng. Sebuah tumpeng kuning megah berhiaskan aneka lauk dan sayuran melambangkan harapan agar IGTKI terus jaya dan pendidikan Indonesia semakin maju. Tumpeng pertama diserahkan secara simbolis oleh Ketua IGTKI kepada Korwilcam Bidang Pendidikan sebagai bentuk penghormatan, kemudian dilanjutkan kepada perwakilan pengawas dan bunda guru senior. Momen ini menjadi yang paling khidmat, diiringi doa bersama agar seluruh pendidik di Karangrayung senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mendidik tunas bangsa.

Lomba Kolase Kreatif: 52 Lembaga TK Unjuk Karya
Rangkaian utama yang paling ditunggu-tunggu adalah lomba kolase yang diikuti oleh anak-anak perwakilan dari 52 lembaga TK. Dengan tema "Aku Cinta Indonesia", setiap kelompok yang terdiri dari beberapa anak dan didampingi satu bunda guru, ditantang untuk membuat kolase dari bahan-bahan alami dan daur ulang yang telah disiapkan.
Pemandangan begitu menggemaskan sekaligus membanggakan. Tangan-tangan kecil itu dengan telaten menempelkan potongan kertas warna-warni, biji-bijian, daun kering, hingga kapas menjadi sebuah gambar yang mewakili cita-cita mereka. Ada yang membuat kolase berbentuk bendera merah putih, ada pula yang menggambar rumah adat, profesi impian, hingga suasana sekolah yang menyenangkan.
Juri yang terdiri dari Bapak Soga, Bunda Yuli, dan seorang seniman lokal menilai karya berdasarkan kreativitas, kerapian, dan kesesuaian tema. Meski bersifat kompetitif, suasana lomba tetap riang dan penuh tawa. Semua anak tampak menikmati prosesnya tanpa beban.

Penutup: Hadiah dan Komitmen Bersama
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba kolase dan pemberian hadiah menarik dari panitia. Namun, pesan utama yang disampaikan adalah bahwa semua anak adalah juara. Bunda Yuli dalam penutupannya berpesan, "Menang atau kalah bukanlah tujuan, tetapi proses berkarya dan keberanian anak-anak untuk mencoba adalah kemenangan sejati."
Perayaan HUT ke-76 IGTKI dan Hari Pendidikan Nasional di Korwilcam Karangrayung ini bukan hanya sekedar acara seremonial, melainkan bukti nyata bahwa sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan lembaga pendidikan mampu menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Dengan semangat kolase—menyusun potongan-potongan kecil menjadi sebuah mahakarya—para guru dan anak-anak di Karangrayung telah merajut cinta untuk pendidikan Indonesia.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, selamat ulang tahun ke-76 IGTKI, teruslah berkarya dan menginspirasi!
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Terima kasih atas kunjungan Anda

Posting Komentar (0)